Ideologi Liberal dan Komunis
Selain ideologi Pancasila, di dunia ini masih banyak ideologi-ideologi yang lain. Ideologi itu adalah liberal dan komunis.
a. Ideologi Liberal
Paham liberal adalah suatu paham yang memandang bahwa kebebasan individu adalah nilai tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.
Jika paham liberalisme dihubungkan dengan konsep demokrasi maka akan melahirkan demokrasi liberal. Kebebasan manusia dalam demokrasi liberal senantiasa mendasarkan atas kebebasan individu di atas segala-galanya.
Inti sari paham liberalisme bertitik tolak dari hak kebebasan manusia sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa, kecuali dengan persetujuannya. Hak asasi memiliki nilai-nilai dasar, yaitu kebebasan individu secara mutlak. Hal ini tidak sesuai ideologi Pancasila yang memandang manusia sebagai makhluk Tuhan yang mengemban tugasnya sebagai makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial sehingga dalam kehidupan bermasyarakat wajib menyelaraskan kepentingan pribadinya dengan kepentingan masyarakat.
b. Ideologi Komunis
Ideologi Komunis mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya hanya makhluk sosial saja. Hak milik pribadi tidak ada karena akan menimbulkan kapitalisme. Dapat disimpulkan bahwa individualisme merupakan sumber penderitaan rakyat. Oleh karena itu, hak milik individualisme harus diganti dengan hak milik kolektif. Individualisme diganti sosialisme komunis.
Etika ideologi komunis adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalisme (keseluruhan). Atas dasar inilah, komunisme mendasarkan moralnya pada keuntungan kelasnya sehingga segala cara dapat dihalalkan.
Dalam kaitannya dengan negara, pemerintahan negara harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Demikian juga hak asasi dalam negara hanya berpusat pada hak kolektif sehingga hak individual tidak ada. Atas dasar pengertian inilah, sebenarnya komunisme adalah antidemokrasi dan hak asasi manusia.
Jika paham komunisme dihubungkan dengan masalah agama maka menurut komunisme yang dipelopori oleh Karl Marx menyatakan bahwa manusia merupakan suatu hakikat yang menciptakan dirinya sendiri dengan menghasilkan sarana-sarana kehidupan sehingga sangat menentukan dalam perubahan sosial, politik, ekonomi, kebudayaan ataupun agama. Dalam pengertian ini, komunisme berpaham ateis (tidak bertuhan) karena manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Agama menurut komunisme adalah realisasi fanatis makhluk manusia. Dengan kata lain, agama adalah keluhan makhluk tertindas. Agama merupakan candu masyarakat menurut komunisme marxis.
Negara yang berpaham komunisme bersifat ateis bahkan bersifat antiteis, melarang dan menekan kehidupan agama. Oleh karena itu, komunisme di Indonesia merupakan bahaya laten yang harus kita waspadai (laten = tersembunyi, terpendam, tidak hilang yang mempunyai potensi untuk muncul kembali).
Negara yang berpaham komunisme bersifat ateis bahkan bersifat antiteis, melarang dan menekan kehidupan agama. Oleh karena itu, komunisme di Indonesia merupakan bahaya laten yang harus kita waspadai (laten = tersembunyi, terpendam, tidak hilang yang mempunyai potensi untuk muncul kembali).
0 komentar:
Posting Komentar